Laporan Pemeriksaan Logam Berat Pada Makanan (Pb dan As)



Nama Dosen  :  Khiki Purnawati Kasim , S. ST., M.Kes
Mata kuliah   :  PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN (PMM-A)


Pemeriksaan logam – logam  berat pada makanan
(Arsen dan Timbal)





DISUSUN
OLEH:
M A R Y A M
PO 714 221 151 023
D.IV- IIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PRODI
 D-IV 
2017










Judul                               : Pemeriksaan kadar timbal pada makanan (pukis)
Metode pemeriksaan     : Spektrofotometri


      A.      Dasar teori
·         Pengertian makanan menurut WHO : semua subtansi yang diperlukan tubuh kecuali air dan obat – obatan dan subtansi yang dipergunakan untuk pengobatan.
·         Pengertian makanan menurut Depkes : semua bahan baik dalam bentuk alamiah maupun buatan yang dimakan manusia kecuali air dan obat – obatan.
·      Pengertian logam berat : bahan-bahan alami yang berasal dan termasuk bahan penyusun lapisan tanah bumi. Logam berat tidak dapat diurai atau dimusnahkan. Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh mahluk hidup melalui makanan, air minum, dan udara. Logam berat berbahaya karena cenderung terakumulasi di dalam tubuh mahluk hidup. Laju akumulasi logam-logam berat ini di dalam tubuh pada banyak kasus lebih cepat dari kemampuan tubuh untuk membuangnya. Akibatnya keberadaannya di dalam tubuh semakin tinggi, dan dari waktu ke waktu memberikan dampak yang makin merusak.
·         Pengertian Timbal : salah satu jenis logam berat yang sering juga disebut dengan istilah timah hitam. Timbal memiliki titik lebur yang rendah, mudah dibentuk, memiliki sifat kimia yang aktif sehingga biasa digunakan untuk melapisi logam agar tidak timbul perkaratan. Timbal adalah logam yang lunak berwarna abu-abu kebiruan mengkilat dan memiliki bilangan oksidasi +2.

    B.      Alat dan bahan
·         Alat
1.       Beacker glass 80 ml
2.       Mortal dan alu
3.       Sendok
4.       Botol sampel
5.       Spectroquant nova 60
6.       timbangan

·         Bahan
1.       Sampel
2.       Aquadest
3.       Reagen Pb

      C.      Cara kerja
·         Menimbang sampel sebanyak 10gr
·         Menumbuk sampel (pukis) sampai halus dengan menggunakan mortal dan alu lalu menambahkan aquadest sebanyak 50ml.
·         Menuangkan sampel ke dalam beacker glass sebanyak 50 ml kemudian memasukkan sampel ke dalam botol sampel sebanyak 5ml lalu menghomogenkan sampel.
·         Menambahkan cairan reagen pb sebanyak 3 tetes.
·         Memasukkan sampel ke dalam kuvet.
·         Kemudian membaca hasil di spectroquant.

     D.      Hasil
                                2,095 : 1000 mg/L = 2,095 x 5ml
                                                                     =10,475mg/L
                Jadi pada hasil pemeriksaan kadar Pb dalam sampel makanan (pukis) positif mengandung kadar  Pb sebanyak 10,475 mg/L

     E.       Analisa Hasil
                Berdasarkan hasil pemeriksaan logam berat yaitu timbal pada sampel makanan (pukis) yang dilakukan di laboratorium mikrobiologi yang diambil di jln. Rappocini Raya . Dimana timbal merupakan suatu unsur kimia yang terdapat di dalam tabel periodik dengan lambang Pb dan nomor atom 82 . timbal juga bersifat toksik jika terhirup atau tertelan oleh manusia dan di dalam tubuh akan beredar mengikuti  aliran darah , diserap kembali ke dalam ginjal dan otak dan di simpan di dalam tulang dan gigi .
                 Makanan yang mengandung  kadar timbal yang tinggi adalah dari kelompok makanan yang berkemasan terutama yang berkaleng. Namun pada faktanya makanan ini mengandung kadar timbal yaitu : 10,475 mg/L . Hal ini disebabkan karena peralatan dapur yang digunakan dalam proses pembuatan hingga proses penyajian , makanan juga bisa mengandung Pb karena  adanya kontaminasi dari asap kendaraan.

     F.       Kesimpulan
                Berdasarkan hasil pemeriksaan yang  dilakukan diperoleh kadar timbal sebesar 10,475 mg/L dalam hal ini tidak memenuhi syarat menurut Standar Nasional Indonesia / nomor 7387 / 2009 tentang  batas maksimum cemaran logam berat dalam produk pangan yaitu timbal = 0, 25mg /L

     G.     Saran
                Melihat realita yang ada peluang makanan jajanan untuk terkontaminasi logam –logam berat sangat memprihatinkan oleh sebab itu sebaiknya makanan yang di jajakan khususnya di pinggiran jalan agar lebih memperhatikan kebersihannya.
                Cara sederhana yang bisa dilakukan yaitu :
·  dengan lebih  memperhatikan kebersihan baik alat yang digunakan selama proses pembuatan hingga penyajian maupun kebersihan dari penjamah itu sendiri.
·   menyimpan makanan di tempat yang tertutup agar tidak terkontaminasi secara langsung oleh asap kendaraan yang lalulalang.








Judul                               : Pemeriksaan kadar Arsen  pada Udang
Metode pemeriksaan     : Kolorimetri


A.      Dasar teori
·         Arsen (As) merupakan bahan kimia beracun, yang secara alami ada di alam. Selain dapat ditemukan di udara, air maupun makanan, arsen juga dapat ditemukan di industri seperti industri pestisida, proses pengecoran logam maupun pusat tenaga geotermal. Elemen yang mengandung arsen dalam jumlah sedikit atau komponen arsen organik (biasanya ditemukan pada produk laut seperti ikan laut) biasanya tidak beracun (tidak toksik).
·         Arsenik adalah zat kimia yang ditemukan dalam lingkungan alam, terutama kerak bumi. Sebagai mineral dan zat kimia, arsenik diklasifikasikan sebagai metaloid dan memiliki sifat seperti logam. Hal ini menjelaskan mengapa arsenik umumnya digunakan dalam kombinasi dengan unsur-unsur lain, misalnya untuk menghasilkan paduan logam kuat.
B.      Alat dan bahan
·         Alat
1.       Mortal dan alu
2.       Beacker glass
3.       Botol sampel
4.       Sendok
5.       Timbangan
·         Bahan
1.       Sampel
2.       As-1
3.       As-2
4.       Aquadest
5.       Strip arsen


C.      Cara kerja
· Menimbang sampel udang sebanyak 10gr.
· Menumbuk sampel sampai halus kemudian menambahkan aquadest 50ml  .
·Menuang sampel ke dalam beacker glass sebanyak 50ml lalu menuang kembali sampel ke botol sampel sebanyak 5ml.
· Memasukkan sampel ke dalam botol pengukur arsen sebanyak 5ml
· Memasukkan As-1 sebanyak 1 sendok kecil ke dalam botol pengukur arsen yang berisi sampel
·   Menambahkan kembali As;2 sebanyak 1 sendok kecil.
·  Lalu memasukkan strip arsen ke dalam botol pengukur arsen.
·  Sampel didiamkan selama 20menit.



D.      Hasil
        Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan kadar arsen pada udang diperoleh hasil 0 artinya tidak terdapat kandungan arsen pada udang tersebut.

E.       Analisa hasil
        Berdasarkan hasil pemeriksaan logam berat yaitu arsen pada sampel udang yang dilakukan di laboratorium mikrobiologi yang diambil di Rappocini Raya Lr. 9D /4. Dimana arsen dalam kehidupan sehari – hari digunakan untuk bahan pestisida di buah – buahan . Makanan kita pun sebelum diolah bisa saja mengandung arsen dalam jumlah yang kecil, namun pada kenyataannya sampel yang diperiksa tidak mengandung kadar arsen yaitu hasilnya nol (0). Sampel ini tidak mengandung arsen karena habitat udang tidak terkontaminasi oleh logam berat khususnya arsen.

F.       Kesimpulan
        Berdasarkan hasil pemeriksaan As yang dilakukan di peroleh hasil yaitu 0 artinya sampel ini layak dikonsumsi karena tidak mengandung logam berat yang dapat membahayakan tubuh ketika dikonsumsi.

G.     Saran
        Logam arsen sebenarnya tidak beracun hanya saja bila dalam jumlah yang banyak dapat menjadi beracun oleh sebab itu dibutuhkan kewaspadaan untuk mengkonsumsi makanan – makanan yang pengolahannya tidak diketahui higiene atau tidak.






Daftar Pustaka





























Komentar

  1. laporannya sudah bagus tp perlu tambahan gambar

    BalasHapus
  2. wah sangat bermanfaat terima kasih

    BalasHapus
  3. laporannya sangat bermanfaat tetapi mungkin lebih baik lagi ketika dilampirkan dokumentasi praktikum

    BalasHapus
  4. laporannya sudah bagus tetapi kemudian timbul pertanyaan dikepala saya mengenai apakah ada ciri2 fisik yang dapat memudahkan kita melihat bahwa makanan tersebut mengandung logam berat ?
    makasih sebelumnya :)

    BalasHapus
  5. Laporannya bermanfaat terima kasih 😊

    BalasHapus
  6. Terimakasih laporanya bermanfaat bisa menambah wawasan dan dapat dijadikan referensi☺

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Masya Allah laporannya sangat bagus, mudah-mudahan menjadi amal jariyah. Tapi yang sy pertanyakan, kan didalam pemeriksaan anda hasilnya 0 artinya tdk ada Arsen dalam udang tersebut. Nah ketika misalnya ada arsen dlm makanan, apakh dampak bagi kesehatan jika arsen tersebut melebihi kadar maksimum yg diperbolehkan oleh tubuh?

    BalasHapus
  9. Tolong dijelaskan ttg "makanan ini mengandung kadar timbal yaitu : 10,475 mg/L . Hal ini disebabkan karena peralatan dapur yang digunakan dalam proses pembuatan hingga proses penyajian , makanan juga bisa mengandung Pb karena adanya kontaminasi dari asap kendaraan."Bagaimana mekanismenya??Teknik penulisan Daftar Pustaka tolong diperhatikan.....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

siklus hidrologi

Laporan pengambilan contoh usap alat dan pemeriksaan angka lempeng total