Laporan pengambilan contoh usap alat dan pemeriksaan angka lempeng total
Nama dosen : Khiki Purnawati Kasim , S.ST.,M.Kes
Mata kuliah : PMM-A
pengambilan contoh usap alat
dan
pemeriksaan angka lempeng total
DISUSUN
OLEH:
Maryam
PO714221151023
IIA
KEMENTERIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK
KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D/IV-IIA
2017
Parameter : usap alat makan
A. Dasar teori
Peranan peralatan makanan dalam pedagang makanan merupakan bagian yang
tak terpisahkan dari prinsip-prinsip penyehatan makanan . Setiap peralatan
makan (piring, gelas, sendok) harus selalu dijaga kebersihannya setiap saat
digunakan. Alat makan (piring, gelas, sendok) yang kelihatan bersih belum
merupakan jaminan telah memenuhi persyaratan kesehatan, karena didalam alat makan (piring, gelas, sendok)
tersebut tercemar bakteri E.coli yang menyebabkan alat makan (piring, gelas, sendok)
tersebut tidak memenuhi kesehatan. Untuk itu pencucian peralatan sangat penting
diketahui secara mendasar, dengan pencucian secara baik akan menghasilkan
peralatan yang bersih dan sehat pula. Dengan menjaga kebersihan peralatan makan
(piring, gelas, sendok), berarti telah membantu mencegah pencemaran atau
kontaminasi makanan yang dikonsumsi (Djajadinigrat, 1989 dalam Pohan, 2009).
⧫Menurut
Depkes RI (2004), peralatan makan yang kita gunakan harus bersih, agar kita
terhindar dari kemungkinan penularan penyakit. Oleh karena itu perlu dilakukan
uji sanitasi alat makan. Cara sederhana untuk memastikan alat makan kita bersih
atau tidak, bisa dilakukan dengan uji kebersihan alat, salah satunya dengan
menguji kebersihan secara bakteriologis dilakukan dengan cara:
- Pengambilan usapan kapas steril (swab) pada peralatan yang disimpan. Nilai kebersihan dihitung dengan angka sebagai berikut: 1) Angka kuman sebanyak-banyaknya 100/cm dari permukaan alat yang diperiksa, 2) Angka kuman E.coli harus 0/cm2.
- Pengambilan usapan kapas steril pada peralatan dilakukan segera setelah pencucian. Hal ini untuk menguji proses pencucian karena semakin lama akan semakin banyak terjadi pencemaran bakteri yang berasal dari udara dan akan memberikan penyimpangan lebih tinggi dari keadaan yang sebenarnya.
- Tujuan
-
Agar dapat diketahui tingkat kebersihan dari alat akan dan alat masak.
- Alat dan Bahan
Ø Alat
1.
Termos sampel
2.
Lampu spritus
3. Kapas lidi steril
4.
Korek api
5.
Spidol
6. Luas jendela
Ø Bahan
1.
Alkohol
2. Sampel (wajan dan garpu)
3. Cairan pepton
D.
Cara kerja:
1)
membasahi tangan dengan menggunakan alkohol agar tangan menjadi steril.
2) Alat makan yang akan diperiksa masing – masing diambil 4 buah tiap jenis yang diambil secara acak dari tempat penyimpanan.
3)
menyiapkann lidi kapas steril, kemudian buka kapas penutup tabung reaksi yang
berisi air pepton.
5)Plumbir bagian ujung dari tabung reaksi tersebut, kemudian masukkan lidi kapas
steril ke dalamnya.
6) Lidi kapas steril dalam tabung reaksi ditekan ke dinding tabung untuk membuang
/memeras airnya, lalu angkat dan diusapkan pada setiap alat – alat makan yang
diusapkan sampai selesai.
7)
Permukaan tempat alat makan yang diusap, yaitu:
a.
Wajan
: Permukaan bagian dalam wajan
b.
Garpu
: Permukaan bagian dalam dan luar alat penusuk
8)
Cara melakukan usapan :
a.
Pada wajan
dilakukan dengan cara pengusapan dengan metode luas jendela 5cm X 5cm
b. Pada sendok
dengan usapan seluruh bagian dalam dan luar
9)
Setiap bidang permukaan yang diusap dilakukan 3 kali berturut – turut dan satu
lidi kapas digunakan untuk satu kelompok alat makan yang diperiksa.
10) Setiap
hasil mengusap 1 alat makan dari sau kelompok selalu dimasukkan ke dalam botol
cairan di putar – putar dan ditekan ke dinding, demikian dilakukan berulang –
ulang sampai semua kelompok diambil usapannya.
11) Pada
usapan peralatan makan, setiap usapan alat harus mencapai luas sekitar 8 inchi
persegi atau 50 cm 2 dan dilakukan 5 kali (tempat)
sehingga cukup mencapai luas 40 inchi atau 256 cm2
12) Setiap
satu kelompok menggunakan 1 lidi kapas sebab yang diusapkan dengan cara seperti
no.11 di atas.
13) Setelah
kelompok alat makan atau luas permukaan peralatan masak diusap, lidi kapas
dimasukkan ke dalam botol, lidinya dipatahkan atau digunting, dan bibir tabung
dipanaskan dengan api spritus, lalu ditutup kembali dengan kapas penutupnya.
14) Tempelkan
kertas label yang telah dipersiapkan, tulis nama jenis alat makan yang telah
diusap. Untuk nama pengambil, tempat pengambilan, dan tujuan pengambilan sampel
ditulis dibuku catatan yang telah disiapkan oleh pengambil.
15) Kirimkan
segera ke laboratorium dengan suhu dingin untk diperiksa. Bila tidak dapat
dikirim segera, disimpan dalam tempat penyimpanan dingin.
Parameter :
pemeriksaan angka lempeng total
A. Dasar teori
Sanitasi makanan adalah upaya-upaya
yang ditujukan untuk kebersihan dan keamanan makanan agar tidak menimbulkan
bahaya keracunan dan penyakit pada manusia. Dengan demikian, tujuan sebenarnya
dari upaya sanitasi makanan, antara lain menjamin keamanan dan kebersihan
makanan, mencegah penularan wabah penyakit, mencegah beredarnya produk makanan
yang merugikan masyarakat, dan mengurangi tingkat kerusakan atau pembususkan
pada makanan.
Upaya pengamanan makanan dan minuman
pada dasarnya meliputi orang yang menangani makanan, tempat penyelenggaraan
makanan, peralatan pengolahan makan dan proses pengolahannya. Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi terjadinya keracunan makanan, antara lain adalah
higiene perorangan yang buruk, cara penanganan makanan yang tidak sehat dan
perlengkapan pengolahan makanan yang tidak bersih (Chandra, 2006).
Kontaminasi makanan dapat terjadi setiap saat, salah satunya dari peralatan makanan yang
digunakan tidak memenuhi syarat kesehatan. Di Indonesia peraturan telah dibuat
dalam bentuk Permenkes RI No. 1096/Menkes/Per/VI/2011, bahwa untuk persyaratan
peralatan makanan tidak boleh bakteri lebih dari 0 koloni/cm2.
B.
Tujuan:
·
Untuk mengetahui cara pemeriksaan kuman pada alat
makan
·
Untuk mengetahui jumlah Angka Lempeng Total (ALT)
C.
Alat dan bahan
·
Alat:
1)Pipet Steril 10 ml
2) Petridish
steril
3) Lidi
Kapas steril
4) Luas
Jendela
5) Erlenmeyer
6) Pengaduk
7) Lampu
spritus
8) Korek
api
9) Tabung
reaksi
10) Rak tabung
11) Kompor gas
12) Spidol
13) Termos
14) Gunting
15) Autoclave
16) Inkubator
17) Oven
·
Bahan :
1). Air pepton
2) Larutan
pengencer NaCl 0,85%
3) Nutrien
Agar
4) Alkohol
5) Kapas
6) Kertas
Label
D.
Cara kerja :
- Siapkan larutan pengencer NaCl 0,85% sebanyak masing – masing 2 tabung dan 2 buah petridish yang diberi kode 101 dan 102 dan kontrol.
Catatan : Pengenceran yang digunakan
adalah pengenceran 101 dan 102 sehingga yang
digunakan yaitu:
2 tabung dan 2
petridish untuk wajan
2 tabung dan 2
petridish untuk garpu
- Ambil 1 ml larutan pengencer NaCl dengan pipet steril pada tabung kode kontrol dan masukkan ke dalam petridish yang juga berkode kontrol.
- Ambil 1 ml sampel dengan pipet steril pada tabung yang berkode 101 (untuk satu jenis alat makan) dengan dengan pipet lepas sebanyak ±25 kali dan tidak boleh ditiup.
- Pipet 2 ml dari tabung tadi (yang berkode 101) dan masukkan ke dalam petridish yang berkode 101 (untuk satu jenis alat makan) dan 1 ml sisanya ke tabung 102 lalu pipet lepas sebanyak ±25 kali
- Pipet 1 ml dari tabung 102 masukkan ke petridish yang sudah diberi kode 102.
- Tuangi petridish yang berisi sampel dengan nutrien agar 55˚C – 56˚C sebanyak ±15 ml
- Digoyang-goyang agar rata dan biarkan beku
- Balik petridish dan masukkan ke dalam inkubator untuk dieramkan dengan suhu 37˚C selama 1 x 24 jam
F.
Hasil
Berdasarkan
praktikum yang telah dilakukan dilaboratorium Mikrobiologi, maka didapat angka
kuman pada alat makan yaitu wajan sebanyak 2.36
kol/cm2, dan pada garpu sebanyak 1.300
kol/cm2.
G.
Analisa hasil
Berdasarkan
hasil pemeriksaan alat makan yang diambil di salah satu rumah warga yang ada di
Rappocini Raya Lr. 9D/4 ada beberapa peralatan makan yang tidak memenuhi
persyaratan dan sudah melewati ambang batas menurut keputusan menteri kesehatan
RI.No. 1096/Menkes/per/VI/2011. Hal tersebut terjadi karena tempat penyimpanan
alat makan berada di tempat yang terbuka dan tidak jauh dari wastafel.
Rak yang kurang hygiene tempat menyimpan peralatan makan sangat memungkinkan melekatnya mikroba,
karena rak dekat dengan tempat terbuka sehinggah banyak mikroba lain
yang hinggap pada rak penyimpanan peralatan makan. Selain rak penyimpanan
peralatan makan juga dipengaruhi oleh penggunaan detergen / sabun yang berulang
kali sampai warnanya menjadi keruh kehitaman. Penggunaan sabun / detergen yang
berulang kali memungkinkan kotoran dari peralatan makan satu berpindah
keperlatan lain . Untuk mencegah terjadinya kontaminasi sebaiknya sabun /
detergen selalu diganti dan tidak boleh digunakan berulang kali. Lap yang digunakan yaitu hanya 1 lap untuk
melap alat makan yang habis dicuci, tempat penyajian, dan tempat makan, dll. Akibat kontaminasi bakteri terhadap alat makan
akan mempengaruhi kesehatan meskipun pada dasarnya tidak berhubungan langsung
dengan makanan. Akan tetapi, persyaratan higiene dan sanitasi makanan salah
satunya ditentukan oleh peralatan makanan.
H.
Kesimpulan
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011, bahwa alat makan tidak boleh mengandung koloni lebih
dari dari 0 koloni/cm2,
sedangkan pada sampel yang kami periksa (wajan dan garpu) terdapat koloni
sebanyak 2.36 kol/cm2 dan 1.300
kol/cm2 maka dapat disimpulkan bahwa sampel yamg kami periksa
melebihi ambang batas dan tidak layak digunakan.
I.
Saran
Setelah dilakukan pemeriksaan angka lempeng
total pada alat makan maka sebaiknya kita lebih memperhatikan kebersihan alat
makan yang digunakan.
Daftar pustaka
http://hendriksnow01.blogspot.co.id/2015/12/laporan-usap-alat-makan.html ( diakses pada Rabu,30 Desember 2015)
(diakses pada
Minggu 7 Desembber 2014)

Komentar
Posting Komentar